Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu KBB Gelar ADIKSI Edisi I Bahas Konsolidasi Demokrasi

Adiksi Edisi I

Suasana diskusi ADIKSI (Agenda Diskusi Pemilu dan Demokrasi) di Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung Barat bersama Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Siska Ayu Anggraeni, Senin (4/5/2026).

Bandung Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Penguatan kerja-kerja pengawasan di masa non-tahapan terus dilakukan Bawaslu. Kali ini, melalui forum diskusi bertajuk ADIKSI (Agenda Diskusi Pemilu dan Demokrasi). ADIKSI merupakan program terbaru Bawaslu Kabupaten Bandung Barat yang mendiskusikan isu seputar kepemiluan di internal Bawaslu yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menuju Pemilu selanjutnya. Kegiatan ADIKSI Edisi I yang digelar pada (4//05/2026) di Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung Barat, dengan menghadirkan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Siska Ayu Anggraeni.

Pembahasan berfokus pada pembahasan Konsolidasi Demokrasi sesuai Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026 tentang konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu. Tujuannya jelas, yakni menyiapkan fondasi pengawasan sejak dini menuju Pemilu 2029.

Dalam diskusi tersebut, Siska menekankan bahwa kerja pengawasan tidak dimulai saat tahapan berjalan, tetapi justru harus diperkuat sejak sekarang. Salah satunya melalui identifikasi dan pemetaan isu-isu strategis yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Konsolidasi dengan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan harus terus dilakukan, termasuk dengan memetakan isu-isu demokrasi sejak awal,” ujar Siska.

Ia juga mengingatkan bahwa mandat pengawasan Bawaslu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan. Ini mencakup upaya mengenali potensi pelanggaran dan sengketa proses pemilu sejak dini, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan.

Melalui ADIKSI, Bawaslu Kabupaten Bandung Barat mencoba membuka ruang diskusi yang lebih santai, tetapi tetap substansial. Isu-isu kepemiluan dibahas dari berbagai sudut pandang, sehingga tidak hanya dipahami oleh internal lembaga, tetapi juga oleh publik yang terlibat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran bersama bahwa demokrasi perlu dijaga secara kolektif, tidak hanya saat pemilu berlangsung. Dengan pendekatan diskusi yang berkelanjutan, diharapkan berbagai potensi kerawanan dapat diantisipasi lebih awal.

Ke depan, ADIKSI direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Harapannya, ruang-ruang dialog seperti ini bisa memperkuat pemahaman sekaligus memperluas partisipasi publik dalam mengawal demokrasi.

 

ADIKSI Edisi I

Penulis: Ayu Putri U.

Foto: Bunga Putri N.