Kick Off P2P, Bawaslu Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Kabupaten Tangerang, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu kembali memulai program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) melalui kegiatan kick off yang digelar di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi ke depan.
Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, dalam arahannya menekankan bahwa menjadi kader pengawas partisipatif bukan sekadar ikut kegiatan, tetapi soal sikap dan cara berpikir. Ia mengingatkan, kader harus punya dasar berpikir yang logis dan memahami aturan, agar setiap tindakan yang dilakukan tetap berada dalam koridor hukum.
“Yang pertama, kader harus logis dan paham aturan. Jangan sampai kita mengawasi tapi justru bertindak di luar aturan itu sendiri,” ujar Lolly.
Ia juga menyoroti pentingnya sikap kritis. Menurutnya, kader tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi perlu berani bertanya dan mencari tahu lebih jauh, karena yang sedang dijaga adalah kualitas demokrasi.
“Kedua, kader harus kritis. Berani mempertanyakan dan menggali lebih dalam. Jangan mengaku kader kalau kita tidak kritis,” tegasnya.
Selain itu, Lolly menyebut kader juga perlu berani menyampaikan pendapat dan temuan di lapangan. Dalam konteks pengawasan partisipatif, keberanian untuk bersuara menjadi bagian penting dari upaya pencegahan pelanggaran.
Ia menambahkan, kehadiran kader pengawas harus terasa manfaatnya. Tidak berhenti di pengetahuan, tetapi sampai pada dampak nyata di masyarakat.
“Kalau tidak berdampak, itu bukan kader. Kita harus hadir dan memberi manfaat. Kalau semua kader bergerak, pengawasan akan jauh lebih kuat,” katanya.
Lolly berharap, kader P2P bisa benar-benar mengambil peran dalam momentum yang tepat, terutama dalam menghadapi Pemilu dan Pemilihan ke depan. Ia juga mendorong agar gerakan ini tidak berhenti di satu daerah saja, tetapi bisa berkembang dan menginspirasi wilayah lain.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi atas upaya Bawaslu yang terus melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Ia menilai peran kader sangat penting dalam menjaga jalannya demokrasi.
“Kita jaga demokrasi ini bersama-sama. Saya yakin dengan niat baik para kader, pemilu ke depan bisa berjalan lebih lancar dan berkualitas,” ujarnya.
Sebagai informasi, program P2P merupakan salah satu program prioritas nasional Bawaslu yang dilaksanakan bekerja sama dengan Bappenas. Tahun 2026, program ini dijalankan di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, baik secara daring maupun luring, mulai 12 Mei hingga Oktober 2026.
Sumber: Website Bawaslu RI