Usep Agus Zawari Tekankan Kolaborasi Pengawasan di Bandung Barat
|
Bandung Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu Provinsi Jawa Barat memperkuat pengawasan partisipatif di Kabupaten Bandung Barat melalui sosialisasi dan konsolidasi bersama berbagai unsur masyarakat, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterlibatan masyarakat dalam mengawal demokrasi, termasuk pada masa nontahapan pemilu.
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Usep Agus Zawari menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak di Kabupaten Bandung Barat yang telah mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024. Menurutnya, kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses demokrasi berjalan dengan baik.
“Tanpa kolaborasi dengan Bapak dan Ibu, Pemilu dan Pilkada di Bandung Barat tidak akan berjalan dengan lancar,” ungkap Usep dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Kabupaten Bandung Barat.
Usep juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada 2024 masih terdapat hal-hal yang belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi yang telah terbangun selama penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024 perlu terus dijaga. Terlebih, saat ini Bawaslu tetap menjalankan berbagai agenda kelembagaan meskipun berada di luar tahapan pemilu.
Usep menjelaskan, sejumlah kegiatan tetap dilakukan Bawaslu pada masa nontahapan. Di antaranya pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pengawasan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan, pendidikan pengawasan partisipatif, serta konsolidasi demokrasi.
“Kami sedang melakukan kegiatan pengawasan data pemilih berkelanjutan, pengawasan pemutakhiran data partai politik berkelanjutan, proses pendidikan pengawasan partisipatif se-Jawa Barat, dan konsolidasi demokrasi,” ujar Usep.
Menurut Usep, pengawasan partisipatif tidak hanya diperlukan ketika tahapan pemilu berlangsung. Masyarakat perlu terus dilibatkan agar memiliki pengetahuan dan kepedulian untuk ikut menjaga proses demokrasi di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi penting karena Bawaslu tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengawasi seluruh dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Informasi dan partisipasi publik dapat membantu Bawaslu mengenali potensi kerawanan sekaligus memperkuat upaya pencegahan.
Usep menilai pengalaman Pemilu dan Pilkada 2024 menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan antara Bawaslu dan masyarakat. Evaluasi terhadap pelaksanaan sebelumnya dapat menjadi bahan untuk memperbaiki pola komunikasi dan membangun kerja sama yang lebih baik ke depan.
Pengawasan partisipatif, kata dia, perlu ditempatkan sebagai kerja bersama. Masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menerima informasi kepemiluan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kualitas proses demokrasi.
Melalui kegiatan di Kabupaten Bandung Barat ini, Bawaslu Jabar mendorong agar komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat terus berjalan, termasuk pada masa nontahapan. Dengan keterlibatan yang lebih luas, potensi persoalan kepemiluan diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditangani melalui langkah pencegahan yang tepat.
Foto: Agam Fadila Pratikno
Penulis: Bunga Putri N.