Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu KBB dan KCD Bahas Kerja Sama Pengawasan Partisipatif

KCD

Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung Barat bersama dengan Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI saat pelaksanaan audiensi di Kantor KCD Wilayah VI, Kamis (30/04/2026).

Bandung Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Upaya memperluas pendidikan demokrasi ke kalangan pelajar mulai dimatangkan. Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat melakukan audiensi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah setempat untuk membangun kerja sama sosialisasi ke sekolah-sekolah, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal menyamakan persepsi antara kedua pihak terkait rencana kegiatan sosialisasi kepemiluan, khususnya bagi siswa SMA dan SLB di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Pihak KCD menyambut positif rencana tersebut. Mereka menilai pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah penting untuk membentuk pemahaman dan kesadaran siswa sejak dini, terutama bagi pemilih pemula.

“Kami pada prinsipnya mendukung kegiatan sosialisasi ke sekolah. Ini penting agar siswa punya bekal pemahaman tentang demokrasi,” ujar perwakilan KCD dalam audiensi.

Dari sisi jangkauan, potensi pelaksanaan kegiatan ini cukup besar. Di Kabupaten Bandung Barat terdapat sekitar 176 sekolah tingkat SLTA (28 negeri dan 148 swasta), serta 19 SLB (1 negeri dan 18 swasta). Data ini menjadi dasar perencanaan agar sosialisasi dapat dilakukan secara bertahap dan merata.

Meski kerja sama formal dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) belum ditandatangani, KCD tetap memberikan ruang bagi Bawaslu untuk mulai melaksanakan kegiatan. Namun, terdapat mekanisme yang perlu ditempuh sebagai bentuk koordinasi.

Sebelum turun ke sekolah, Bawaslu diminta untuk mengajukan surat rekomendasi kepada KCD. Selanjutnya, KCD akan menyampaikan informasi kepada sekolah-sekolah yang menjadi lokasi kegiatan agar pelaksanaan berjalan tertib dan terkoordinasi.

Selain membahas teknis kerja sama, audiensi juga menjadi ruang bertukar informasi terkait kondisi pelajar, termasuk potensi besar pemilih pemula di lingkungan sekolah. Hal ini semakin menguatkan pentingnya kolaborasi dalam memberikan edukasi kepemiluan sejak dini.

Audiensi ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk membangun sinergi yang berkelanjutan. Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif pelajar dalam pengawasan pemilu.

Dengan kolaborasi ini, Bawaslu Kabupaten Bandung Barat berharap pendidikan demokrasi dapat lebih dekat dengan generasi muda dan mampu membentuk pemilih yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab.

Penulis dan Foto: Habibulloh