Lompat ke isi utama

Berita

HUT ke-13, Bawaslu Jabar Teguhkan Komitmen Jaga Keadilan Pemilu

Logo HUT Bawaslu Jabar ke-13

Logo dan tema Hari Ulang Tahun ke-13 Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Peringatan HUT tahun 2026 mengusung tema “Nanjeurkeun Kaadilan, Ngajaga Pilihan” sebagai refleksi komitmen Bawaslu Jawa Barat dalam menegakkan keadilan pemilu dan menjaga kedaulatan suara rakyat secara berkelanjutan.

Bandung Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu Provinsi Jawa Barat akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 pada 26 Juni 2026 dengan mengusung tema “Nanjeurkeun Kaadilan, Ngajaga Pilihan”. Tema tersebut menjadi refleksi komitmen Bawaslu Jawa Barat dalam menegakkan keadilan pemilu sekaligus menjaga kedaulatan suara rakyat secara berkelanjutan, baik pada masa tahapan maupun non-tahapan pemilu.

Peringatan HUT ke-13 ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Bawaslu di Jawa Barat untuk memperkuat peran kelembagaan dalam menghadirkan demokrasi yang berintegritas, inklusif, dan berkeadilan. Tema yang diangkat juga menegaskan bahwa tugas pengawasan pemilu tidak berhenti setelah pemungutan suara selesai, melainkan terus berlanjut melalui berbagai program penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Tema “Nanjeurkeun Kaadilan, Ngajaga Pilihan” memiliki makna yang erat dengan nilai-nilai budaya Sunda sekaligus mencerminkan semangat pengawasan yang menjadi ruh lembaga pengawas pemilu.

Nanjeurkeun Kaadilan bukan sekadar menegakkan aturan, tetapi juga memastikan keadilan pemilu hadir dan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Sementara Ngajaga Pilihan merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga hak pilih dan kedaulatan rakyat sebagai fondasi demokrasi.

Secara filosofis, kata “Nanjeur” dalam bahasa Sunda mengandung arti berdiri tegak, kokoh, luhur, dan menjadi penopang utama. Dalam konteks pengawasan pemilu, makna tersebut diwujudkan melalui komitmen Bawaslu Jawa Barat untuk terus memperkuat integritas kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan seluruh proses demokrasi berjalan sesuai prinsip keadilan.

Adapun frasa “Ngajaga Pilihan” menegaskan peran aktif Bawaslu dalam melindungi hak konstitusional warga negara. Kata “ngajaga” mencerminkan sikap yang terus hadir, waspada, dan berkelanjutan, sedangkan “pilihan” merujuk pada hak setiap warga negara untuk menentukan pilihannya secara bebas dan tanpa tekanan.

Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu Jawa Barat menilai bahwa menjaga kualitas demokrasi tidak hanya dilakukan pada saat tahapan pemilu berlangsung. Pada masa non-tahapan, berbagai program penguatan tetap dijalankan, mulai dari pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, peningkatan kapasitas jajaran pengawas, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Data kelembagaan menunjukkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, Bawaslu Jawa Barat terus memperluas jaringan pengawasan partisipatif sebagai salah satu strategi membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan nilai-nilai demokrasi tetap terawat sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam mengawal setiap proses kepemiluan.

Menjaga demokrasi adalah kerja yang tidak mengenal musim. Karena itu, meskipun tahapan pemilu telah selesai, Bawaslu tetap hadir untuk memperkuat pendidikan politik masyarakat, mendorong pengawasan partisipatif, dan memastikan hak-hak demokratis warga negara tetap terlindungi.

Melalui peringatan HUT ke-13 ini, Bawaslu Jawa Barat berharap semangat “Nanjeurkeun Kaadilan, Ngajaga Pilihan” dapat menjadi energi bersama bagi seluruh jajaran pengawas pemilu untuk terus meningkatkan profesionalitas, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam mengawal demokrasi di Jawa Barat.

Penulis: Bunga Putri N.

Logo: Humas Bawaslu Provinsi Jawa Barat