Pejabat Baru Bawaslu Didorong Perkuat Kinerja Lembaga
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, mengingatkan para pejabat fungsional dan pejabat administrasi yang baru dilantik untuk tidak melihat jabatan sekadar sebagai posisi, tetapi sebagai awal tanggung jawab dalam memperkuat kelembagaan Bawaslu. Pesan itu ia sampaikan usai melantik 14 pejabat fungsional dan 189 pejabat administrasi di lingkungan Bawaslu, di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ferdinand menekankan, pengisian jabatan ini bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat organisasi, termasuk di tingkat daerah. Ia meminta para ASN yang baru dilantik bisa langsung beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaiknya.
“Jadikan ini titik awal supaya kalian bersama-sama membangun kelembagaan Bawaslu ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang yang dilantik hari ini telah melalui proses panjang. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kerja nyata.
“Percayalah, kalian dipilih karena dianggap mampu. Tinggal dibuktikan saja lewat kerja,” lanjutnya.
Dalam arahannya, Ferdinand cukup jujur soal realitas perjalanan karier ASN yang tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, penempatan tugas kadang tidak sesuai harapan, tapi justru di situlah proses belajar dan pengabdian benar-benar diuji.
Ia kemudian bercerita tentang pengalaman awalnya saat ditempatkan di Mentawai pada 1995. Kondisinya saat itu jauh dari nyaman dan tidak sesuai bayangan, tetapi pengalaman tersebut justru membentuk cara pandangnya dalam menjalani tugas sebagai ASN.
Selain soal kerja, Ferdinand juga menyinggung hal yang sering luput dibahas: kesehatan mental dan komunikasi di tempat kerja. Ia mengingatkan agar pegawai tidak memendam persoalan sendiri dan mulai membiasakan komunikasi yang terbuka di lingkungan kerja.
Menurutnya, suasana kerja yang sehat tidak muncul begitu saja, tetapi dibangun dari kebiasaan saling mendukung dan mau saling mendengar.
Ia juga mendorong para ASN untuk terus belajar dan tidak cepat puas. Kesempatan melanjutkan pendidikan, kata dia, harus dimanfaatkan karena akan berpengaruh pada cara berpikir dan kualitas kerja ke depan.
Di akhir arahannya, Ferdinand tidak banyak memberi pesan panjang. Ia hanya menekankan satu hal: jaga semangat dan jangan bekerja sendiri-sendiri.
“Kerja ini kerja tim. Saling dukung, saling jaga, itu yang bikin organisasi kuat,” tutupnya.
Sumber: Website Bawaslu RI